SITUS MANUK BERI

Situs  ini adalah bekas pasiraman atau pemandian yang konon dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono II. Situs ini bernama Pasiraman Manuk Beri, yang terletak di Kampung Gedongkuning, Kelurahan Rejowinangun, Kecamatan Kotagede, Kotamadya Yogyakarta.
 

Yang tersisa dari situs ini hanyalah sebuah dinding yang dihiasi oleh relief (atau patung) burung. Melihat bentuk burung itu,  mengingatkan akan relief (atau patung) serupa yang ada di situs Gua Siluman. Dan memang benar, bahwa Pasiraman Manuk Beri ini memang ada kaitannya dengan Gua Siluman. Ada kemungkinan bahwa fungsi dari relief burung itu adalah sebagai pancuran, yang membuktikan bahwa tempat ini dulunya adalah pemandian.

Menurut beberapa sumber, situs ini merupakan peninggalan Sultan Hamengkubuwono II sepaket dengan Gua Siluman

Untuk menuju ke situs ini  tidaklah sulit, ikuti saja Jalan Kusumanegara dari kilometer nol Yogyakarta ke arah timur menuju Kebun Binatang Gembira Loka.

  • Dari persimpangan Gembira Loka (pintu masuk kebun binatang), masih terus ke timur menelusuri Jl. Kusumanegara.
  • Temukan pertigaan ke kanan (selatan) yang kedua setelah persimpangan tersebut. Belok ke kanan di situ, maka Anda akan tiba di Gang Manuk Beri.
  • Dapat bertanya dengan warga sekitar di manakah rumah Bpk. Heru yang ada Pasiraman Manuk Beri-nya. Lokasi situs ini berada kurang lebih 300 m dari gapura, di kiri (timur) jalan.

Tempat mandi tersebut ada ornament seekor manuk beri yang paruhnya bisa mengeluarkan air. Air dari pancuran manuk beri bukan berasal dari tuk, sumber mata air yang dialirkan dari timur ke barat. Air dari timur kampung Gedong Kuning berasal dari saluran air di suatu wilayah yang kemudian hari disebut kampung Juru Genthong. Juru kunci yang bertugas mengatur dan mengawasi jalannya air disebut Juru Genthong yang menempati disebelah timur pemandian Manuk Beri yang dikemudian hari dikenal Kampung Juru Genthong letaknya sekarang di sebelah utara kantor Desa Banguntapan sekarang.