Kelurahan Rejowinangun banyak memiliki potensi di wilayah, baik fisik maupun non fisik.

Potensi yang beraneka ragam di wilayah Kelurahan Rejowinangun kemudian dipetakan dan dibuat klaster berdasar potensi unggulan yaitu klaster Kampung Budaya (RW 1 – 5), Klaster Kampung Kerajinan (RW 6 – 7), Klaster Kampung Herbal (RW 8 – 9), Klaster Kampung Kuliner (RW 10), dan klaster Kampung Agro (RW 11 – 13). Itu adalah klaster unggulan yang didalam klaster itu masih banyak potensi-potensi yang lainnya seperti kampung bebas asap rokok, kampung kb, kampung ramah anak, kampung tangguh bencana, kampung bebas Pekat dan lain sebagainya.

Tujuan pengklasteran ini adalah untuk memudahkan masyarakat dalam mengenali potensi masing-masing wilayah selain itu juga mempermudah lembaga sosial, Pemerintah Kelurahan maupun OPD yang akan membuat program sehingga bisa tepat sasaran. Dengan adanya pengklasteran ini maka pengembangan potensi semakin cepat dan terarah.

Dengan adanya sistem pengklasteran atau pembagian wilayah berdasar potensinya ini berkembang menjadi sebuah kampung wisata klaster Rejowinangun yang sudah banyak dikunjungi baik untuk berwisata maupun untuk study banding program kegiatan khususnya pemberdayaan masyarakat.

Rincian dari cluster tersebut antara lain :

1. Kampung Budaya

Kampung budaya berada di RW 01, 02, 03, 04 dan 05 dengan potensi seni yang beranekaragam yang sudah memiliki nilai jual baik dengan mendatangkan wisatawan maupun bekerjasama dengan pengusaha Lokal seperti KRKB Gembiraloka dan hotel di wilayah Kelurahan Rejowinangun.

Adapun potensi seni yang ada diantaranya :

* Wayang durasi 2 jam berbahasa inggris

* Karawitan

* Sanggar Tari

* Keroncong

* Jathilan anak

* Mocopat

* Hadroh

* Angklung

* Gejog lesung

* dll

  1. Kampung Kerajinan

Kampung Kerajinan berada di RW 06 dan 07 Kelurahan Rejowinangun dimana kedua RW ini banyak sekali Home industry khususnya di bidang kerajinan baik yang sifatnya local maupun yang sudah dijual diluar wilayah DIY diantaranya :

* Kerajinan Kulit

* Fiber

* Ukir Kayu

* Batik tulis dan jumputan

* Suttlecok

* Lukis kaca terbalik

* Wayang kulit

* Pemanfaatan Limbah plastic

* dll

 

  1. Kampung Herbal

 

Kampung herbal berada di RW 08 dan 09 Kelurahan Rejowinangun dimana dua RW ini sebagai sentra pembuat jamu Gendong yang kami beri nama J’GER (Jamu Gendong Rejowinangun) dan jamu instan. Dari situ berkembang kampong herbal sebagai sarana pemenuhan kebutuhan utama pembuat jamu gendong dengan cara menanam tanaman herbal disetiap rumah, jalan dan gang dengan pemanfaatan lingkungan yang ada.

 

  1. Kampung Kuliner

 Kampung Kuliner berada di RW 10 dimana di RW ini banyak sekali rumah tangga yang membuat makanan kecil. Sebagai sentra Kuliner  kami bantu dalam pemasarannya dengan himbauan kepada seluruh masyarakat khususnya RT, RW, PKK dan lembaga social lainnya untuk menggunakan produk local (proteksi produk local) dalam setiap kegiatan sejak tahun 2012 dengan brand REMAJA (rejowinangun makmur jaya) yang dikelola oleh P2WKSS PKK Kelurahan Rejowinangun dan menghimpun seluruh UKM kuliner di wilayah Kelurahan Rejowinangun.

  1. Kampung Agro

 Kampong Agro berada di RW 11, 12 dan 13 dengan spesifikasi masing-masing RW berbeda misalnya RW 11 sebagai kampong Anggrek, RW 12 Sebagai Kampung Agro edukasi khusus tanaman sayuran dan buah, RW 13 sebagai Kampung Flori khusus untuk tanaman hias. Saat ini Kampung Agro ini menjadi icon Kelurahan Rejowinangun dengan nama KAMPUNG WISATA AGRO EDUKASI yang sudah mendatangkan banyak wisatawan baik dari DIY maupun Luar DIY. Selain itu kampong Agro ini juga pernah masuk dalam Musium rekor Indonesia dengan pembuatan keripik daun Varietas terbanyak (272 jenis daun) yang kami beri nama RON RENYAH yang saat ini sudah mendapat pesanan dari berbagai daerah dan supermarket.

Selain itu sesuai dengan motto Kelurahan Rejowinangun untuk mewujudkan masyarakat yang Rejo, Makmur dan Jaya maka Pemerintah kelurahan bersama dengan lembaga sosial masyarakat terus berupaya mewujudkan masyarakat yang mandiri melalui berbagai kegiatan diantaranya :

  1. Mendirikan kelompok usaha REMAJA (Rejowinangun Makmur Jaya) yang dikelola oleh ibu-ibu PKK se Kelurahan Rejowinangun untuk mewadahi pembuat makanan baik snack maupun makanan berat.
  2. Membuat Himbauan kepada seluruh RT dan RW se Kelurahan Rejowinangun dalam penggunaan produk local sebagai upaya membantu pemasaran dan percepatan peningkatan perekonomian masayarakat.
  3. Mendirikan kelompok usaha PRASTHA BHAKTI PRODUCTION yang dikelola karang taruna bergerak dibidang souvenir dan segala pernak-pernik yang dibutuhkan masyarakat.
  4. Mendirikan kelompok usaha J’GER (Jamu GEndong Rejowinangun) untuk mewadahi pengrajin jamu gendong di wilayah Kelurahan Rejowinangun.
  5. Membentuk KUBE (Kelompok Usaha bersama) dengan difasilitasi oleh dinas Sosial
  6. Membentuk PEW (penguatan Ekonomi Wilayah)
  7. Membentuk Koperasi sebagai sarana pembelajaran bagi masyarakat missal SIPIGORO, Koperasi wanita, dan lain-lain
  8. Bekerjasama dengan pihak ketiga dalam rangka pemasaran produk masyarakat missal Kerjasama dengan KRKB Gembiraloka dimana pihak Gembiraloka menyediakan satu space untuk masyarakat Rejowinangun berjualan produk warga, Hotel dimana jamuan makan dan jamu gendong J’GER sudah menjadi suguhan.
  9. Membuat Kampung wisata dimana melalui kampung wisata ini Kelurahan rejowinangun dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat baik sebagai pemandu wisata maupun dengan berjualan selain itu pendapatan masyarakat juga bertambah dengan cara berjualan tanaman, makanan, souvenir maupun dari retribusi masuk kampung wisata.
  10. Membuat Kelompok usaha RON RENYAH yang bergerak dipembuatan keripik daun dimana usaha ini pernah memecahkan REKOR MURI sebagai pembuat keripik daun dengan varietas terbanyak. Dari usaha ini selain menyerap tenaga kerja yang cukup banyak juga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.